
作词 : Lingga Wastu
作曲 : Lingga Wastu
Sudah 7.30, keretapun mulai melaju.
Kumenuju tempat mengalir peluh.
Mama bilang hidup jangan banyak mengeluh.
Terus bergerak kala kau rasa ragamu terjatuh.
Percayalah tak ada yang sia-sia:
Termasuk kala kau harus teteskan air mata.
Dalam hidup sudah kucipta, ribuan rima.
Brupa adiksi, srupa mantra suci yang kulupa.
Mengubur mimpi dalam diksi,
kupernah jalani semua seperti tanpa misi.
Kutarik kursi dan air mata mengalir.
Membilas luka yang berbekas menjadi takdir.
Dan satir kala kuberdiri sendiri tanpa kamerad.
Gerilya bersama mikrofon terasa berat.
Kurasa semua pun butuh lepaskan bebat.
Untuk relakan jeda nafas sesak yang terjerat.
[REFF]
Kudedikasikan untuk semua yang sadar. Terus berkarya membawakan angin segar.
Kudedikasikan untuk semua yang berjuang. Terus berkarya dan temukanlah peluang.
Kudedikasikan untuk semua kawan. Yang pernah terjatuh dan percaya harapan.
Kudedikasikan untuk semua doa. Yang tersangkut dilangit semoga jadi nyata.
[Verse 2]
Aku tak pernah punya hubungan baik dengan alkohol.
Karena hidupku batasi dengan protokol.
Kau dengar kanye kudengar jcole. Kuramu lirik dan kau bawa pistol.
Kepada hip hop and you dont stop. Mental trip spit the ryhme put your hands up.
Kepada hip hop and you dont stop. Mental trip spit the ryhme put your hands up.
Kini coba kita sdikit percepat waktu.
Karena banyak yang struggle tapi salah masuk pintu.
Datang penuh daya pulang bagaikan hantu.
Kena tipu daya terjebak lemparan dadu.
Berusaha menjadi singa yang paling rakus.
Tapi ingat serigala tak pernah ada dalam sirkus.
Setiap siklus koreksi koleksi perhitungan kalkulus yang kau korupsi tak akan slalu berjalan
mulus.
Akal bulus, membuat jiwamu smakin terjerumus. Terhunus, tergerus, memburu cerberus, tanpa
harus terbawa arus kerasnya kehidupan fana, lampaui anak tangga hingga kau menjadi gila.
Seakan jadi raja, padahal kau hanyalah hamba, seorang pakar logika yang taklukkan
sangkakala. Sulit bedakan surga ataupun neraka, tapi tak bisa buktikan bahwa tuhan tuh tak
ada.
Hidup, Mati.
Hempaskan, Udara.
Mentari, Mencari.
Lepaskan, Suara.
Menanti, Berhenti.
Merasa, Perkasa.
Berlari, Menari.
Menara, Kuasa.